Bintang Berjatuhan

.

Rabu, 13 April 2016

Lovely Cat

5 Cara Merawat Anak Kucing Yang Masih Kecil Tanpa Induk

Cara Merawat Anak Kucing yang masih kecil memang tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan merawat anak kucing memerlukan perhatian secara khusus berbeda dengan induknya. Apalagi jika anak kucing baru lahir atau masih kecil. Memelihara anak kucing saat masih memiliki induknya tergolong lebih mudah dibandingkan anak kucing tanpa induk. Apalagi anak kucing tersebut masih membutuhkan susu yang harusnya didapat dari induknya sendiri. Sehingga membutuhkan perhatian yang benar-benar khusus untuk memenuhi asupan makanannya dan kesehatannya. Maka dari itu, dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara memelihara anak kucing tanpa induk dengan mudah.

Cara Merawat Anak Kucing Masih Kecil


Anak Kucing – wikipedia.org
Bagi Anda yang senang memelihara binatang termasuk kucing tentu bukan hal yang sulit dilakukan. Pastinya Anda akan melakukan cara merawat anak kucing yang masih kecil dengan senang hati tanpa merasa dibebani sedikit pun. Seperti kita ketahui, kucing bukanlah hewan yang menjijikkan justru kucing termasuk hewan yang sangat lucu yang banyak dipelihara oleh setiap pecinta binatang khususnya binatang yang satu ini. Nah, bagi Anda yang memiliki anak kucing di rumah ada beberapa cara mudah merawat anak kucing seperti berikut ini:
1. Bersihkan Kotoran Disekitar Matanya
Biasanya anak kucing seringkali tidur, waktunya sebagian besar dihabiskan hanya untuk tidur. Maka hal yang wajar jika Anda sering menjumpai kotoran di area matanya. Nah, tugas Anda sekarang melakukan mulai dari hal kecil saja terlebih dahulu yaitu dengan membersihkan kotoran di area matanya secara perlahan ketika anak kucing terbangun. Cukup dengan mencelupkan kapas pada air hangat, kemudian usapkan perlahan pada area mata sampai kotoran hilang.
Baca Juga : Cara Merawat Kucing Persia Dengan Baik Dan Benar



2. Memberikan Susu Khusus Anak Kucing
Cara merawat anak kucing yang masih kecil berikutnya adalah dengan memberikan susu yang diformulasi khusus untuk kucing. Ingat, jangan memberikan susu untuk manusia karena kandungan laktosa pada susu formula untuk manusia dapat merusak saluran pencernaan pada kucing itu sendiri. Memang untuk melakukan cara ini Anda membutuhkan modal yang tidak sedikit. Cara merawat anak kucing tanpa induk melalui pemberian susu ini cukup mudah. Anda cukup menyiapkan wadah berukuran kecil lalu letakkan susu yang telah dilarutkan air hangat di dalamnya. Biarkan anak kucing tersebut meminum perlahan sampai terasa kenyang dan tak mau lagi meminum susu.
3. Pahami Tanda Anak Kucing Lapar
Cara merawat anak kucing yang masih kecil berikutnya adalah dengan memahami pertanda bahwa anak kucing tersebut masih lapar. Apa tandanya? Ya, apabila anak kucing milik Anda terdengar suara mengeongnya yang sangat lantang berarti itu pertanda bahwa ia masih lapar. Untuk itu, Anda bisa langsung memberikannya susu untuk mengisi perutnya yang masih lapar. Jika saat diberi makan atau susu masih terus mengeong maka Anda bisa mencoba memindahkan anak kucing tersebut ke tempat lain. Hal ini menandakan bahwa ia tidak merasa nyaman untuk tidur. Maka tugas Anda memindahkannya hingga kucing tersebut tertidur pulas.
4. Memberi makanan khusus kucing
Cara merawat anak kucing yang masih kecil lainnya adalah dengan memberi makanan khusus kucing seperti Whiskas apabila kucing tersebut sudah tumbuh membesar. Anda bisa menyesuaikan pemberian makanan dengan usia kucing milik Anda.
5. Sediakan box pasir
Selain merawatnya dengan memberikan makanan untuk si meong, maka selanjutnya Anda bisa menyediakan box berisi pasir sebagai tempat membuang kotoran si kecil. Anda bisa memakai jenis pasir yang khusus untuk kucing.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZoiOhudNJbXquqB9tZvTwft2WdKvkYsjikou9DyD4q2297nYsh7OqPYI2AZi0qeHN0xCKyXvV4zETJUqkwYXm0vzMM5XEYAMlbnv_rDDrn6HjCZEgfC4t9hFn9efqP4FzprIEx1mKVDPN/s800/animated%2520stars.gif https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZoiOhudNJbXquqB9tZvTwft2WdKvkYsjikou9DyD4q2297nYsh7OqPYI2AZi0qeHN0xCKyXvV4zETJUqkwYXm0vzMM5XEYAMlbnv_rDDrn6HjCZEgfC4t9hFn9efqP4FzprIEx1mKVDPN/s800/animated%2520stars.gif

Rabu, 06 April 2016

Kucing dan Tikus Tua yang Berpengalaman


Sang Kucing berpura-pura meninggal dan tergantung pada taliDi suatu masa, ada seekor kucing yang sangat awas dan sigap sehingga tikus-tikus takut memperlihatkan dirinya karena takut dimangsa oleh sang Kucing. Kucing tersebut selalu siap-siaga denga cakarnya, siap untuk menerkam. Akhirnya tikus-tikus tersebut tidak berani berkeliaran terlalu jauh dari sarang mereka, sehingga sang Kucing harus menggunakan akalnya untuk menangkap mereka. Suatu hari sang Kucing naik ke atas rak, menggantungkan dirinya dengan satu kakinya pada tali, dengan kepala menghadap ke bawah, seolah-olah telah meninggal.
Saat tikus-tikus melihat posisi kucing seperti itu, mereka menyangka bahwa sang Kucing di gantung seperti itu karena melakukan kesalahan. Dengan hati-hati, mereka mengeluarkan kepala mereka dari sarang dan mengendus-endus kesana-kemari. Karena tidak terjadi apa, mereka akhirnya melompat keluar dari sarang dan menari-nari dengan gembira untuk merayakan kebebasan mereka.
Saat itulah sang Kucing tiba-tiba melepaskan pegangannya pada tali, dan sebelum tikus-tikus tersebut tersadar dari rasa terkejut mereka, sang Kucing telah menangkap tiga sampai empat ekor tikus.
Sekarang tikus-tikus makin berhati-hati. Tetapi sang Kucing yang selalu ingin menangkap tikus, membuat tipuan yang lain. Mengguling-gulingkan tubuhnya ke tempat terigu hingga tubuhnya tertutup sepenuhnya oleh terigu, lalu sang Kucing berbaring diam-diam dengan satu mata terbuka.
Yakin bahwa keadaan aman, tikus-tikus mulai keluar kembali dari sarang. Saat sang Kucing yang berbaring diam, telah siap-siap untuk menerkam tikus-tikus tersebut,  seekor tikus tua yang berpengalaman dengan tipuan sang Kucing, dan pernah kehilangan ekornya akibat kecerobohannya di masa muda, berdiri sambil menjaga jarak di dekat sarang mereka.
"Hati-hati!" teriaknya. "Mungkin terigu itu kelihatan seperti tumpukan makanan yang lezat, tetapi sepertinya itu adalah tipuan dari sang Kucing. Apapun itu, lebih baik kalian semua berhati-hati dan menjaga jarak yang aman."
Orang yang bijaksana tidak akan membiarkan dirinya tertipu kedua kalinya